Thursday, 2 July 2015

Martunis Belajar di Akademi Klub Pertama Ronaldo


Kamis, 2 Juli 2015 | 21:06 WIB
DOK. OJOGO.PT Martunis (kanan) ditawari gabung ke Akademi Sporting Lisbon, Rabu (1/7/2015).
LISABON, KOMPAS.com - Martunis mendapatkan kesempatan spesial. Remaja berusia 17 tahun asal Aceh itu berkesempatan bergabung dengan klub profesional pertama Cristiano Ronaldo, Sporting Lisbon.

Martunis hadir pada acara ulang tahun klub ke-109 di Coliseu dos Recreios, Rabu (1/7/2015). Pada kesempatan itu, Presiden Sporting Bruno de Carvalho menyambut Martunis yang selamat dari bencana tsunami di Aceh pada 2004 silam.

"Martunis menjadi atlet terbaru yang direkrut Sporting," kicau akun Twitter @Sporting_CP.

Kesempatan bergabung Akademi Lisbon membuat Martunis gembira. "Saya senang berada di Sporting dan dengan kesempatan yang diberikan kepada saya," ucap Martunis seperti dilansir dari situs resmi klub.

Bagi Martunis, bergabung dengan klub sepak bola bukanlah hal baru. Dia sebelumnya pernah tercatat menjadi bagian dari klub asal Aceh, PSAP Sigli.

Kedekatan Martinus dengan Ronaldo bermula saat peringatan 10 tahun bencana tsunami, 26 Desember 2014. Kala itu, Ronaldo mengunggah foto Martunis dengan kostum Real Madrid bernomor punggung 7 miliknya. “Aku telah bertemu dengan si pemberani Martunis yang selamat dari tsunami Asia, 10 tahun lalu,” kicau Ronaldo melalui @cristiano. 
 
Berikut beberapa foto Martunis di Lisabon seperti dilansir sejumlah sumber:
DOK. SPORTING LISBON Martunis hadir pada saat acara ulang tahun ke-109 Sporting Lisbon, Rabu (1/7/2015).
DOK. RECORD.XL.PT Gaya Martunis berpakaian resmi jelang hadir pada acara ulang tahun Sporting Lisbon, Rabu (1/7/2015).
DOK. REDDIT Martunis dengan jersey Sporting Lisbon.
 

Anak Angkat Ronaldo Asal Aceh Kembali Terbang ke Portugal


Selasa, 30 Juni 2015 | 15:19 WIB
www.acehfootball.com Anak angkat Cristiano Ronaldo asal Aceh, Martunis.

LISABON, KOMPAS.com - Anak angkat Cristiano Ronaldo yang selamat dari bencana tsunami di Aceh pada 10 tahun silam, Martunis, akhirnya kembali menginjakkan kakinya di Portugal, Senin (29/6/2015).

Kali ini, kedatangan Martunis untuk memenuhi undangan dari salah satu akademi sepak bola di Portugal. Tiket keberangkatannya dari Aceh ke Portugal pun ditanggung oleh pihak Kedutaan Besar Portugal untuk Indonesia.

Martunis berangkat dari Aceh menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (28/6/2015) pagi WIB. Pada sore harinya, Martunis terbang  ke Malaysia dan sempat transit di Amsterdam, Belanda, hingga akhirnya tiba di Lisabon, Portugal.

"Saya mendampingi Martunis hingga ke Jakarta saja. Selanjutnya Martunis pergi sendiri dari Jakarta, Malaysia, Belanda, dan Portugal," ujar Munawardi Ismail, pendamping Martunis dari Aceh ke Jakarta, seperti dilansir Serambi.

Munawardi menuturkan, sebenarnya Martunis direncanakan berangkat ke Portugal pada Maret 2015. Akan tetapi, lantaran usianya saat itu belum genap 18 tahun,  keberangkatan Martunis ke Portugal pun batal.

"Kami belum tahu apa saja agenda Martunis di Portugal. Namun, di tiket disebutkan visa belajar, dengan waktu pulang pada November mendatang," kata Munawardi.

Martunis memang punya keinginan untuk berlatih sepak bola di Portugal. "Saya punya cita-cita ingin menjadi pemain sepak bola nasional," ucap Martunis.

Sekadar mengingatkan, Martunis adalah bocah dari Desa Tibang, Syiah Kuala, Banda Aceh. Ia selamat dari bencana alam tsunami yang terjadi di daerah tersebut pada 26 Desember 2004. Pada 15 Januari 2005, Martunis yang saat itu masih berusia delapan tahun, ditemukan selamat oleh warga setempat di sela-sela hutan mangrove.

Setelah itu, warga setempat menyerahkan Martunis kepada kru Skynews, sebuah media televisi Inggris yang tengah meliput tragedi itu. Saat itu, Martunis sedang mengenakan baju replika tim nasional Portugal bernomor punggung 10 milik Manuel Rui Costa. Tak heran, gambar dan kisah Martunis langsung menghebohkan seantero Eropa, khususnya Portugal.

Mulai dari situlah nasibnya berubah. Pada Juni 2005, Martunis dan ayahnya, Sarbini, diundang ke Portugal untuk  pertama kalinya oleh Federasi Sepak Bola Portugal. Ia pun bertemu dengan Ronaldo dan sejumlah bintang sepak bola Portugal lainnya. Tak lama setelah itu, Ronaldo hadir di Indonesia untuk bertemu langsung Martunis.