Thursday, 14 April 2016

atletico kalahkan Barcelona Agregat 3 - 2

Atletico Madrid Singkirkan Barcelona

Kamis, 14 April 2016, 03:46 WIBM. Syahran W. Lubis

HASIL LIGA CHAMPIONS: Atletico Madrid Singkirkan Barcelona
Striker Atletico Madrid Antoine Griezmann (kedua kanan) menyundul bola untuk membuka skor ke gawang Barcelona/The Guardian Dua gol Antoine Griezmann, pertahanan ketat Atletico Madrid, dan keputusan kontroversial wasit Italia Nicola Rizzoli di ujung pertandingan membawa skuat asuhan Diego Simeone menyingkirkan juara bertahan FC Barcelona dari pentas Liga Champions Eropa.
Dalam pertandingan leg kedua perempat final di Stadion Vicente Calderon pada Kamis dini hari WIB (14/4/2016), Atletico Madrid menang 2-0 atas Barcelona sehingga unggul agregat 3-2 setelah hasil leg pertama di Camp Nou akor 2-1 untuk Barca.
Hasil 2-0 tersebut benar-benar kontras dengan dominasi permainan oleh Lionel Messi dan kawan-kawan yang mencapai 70 persen dibandingkan dengan hanya 30 persen milik tuan rumah Atletico Madrid.
Griezmann membuka skor pada menit ke-36 dengan sundulan kepala yang kencang setelah memanfaatkan umpan lambung Saul Niguez.
Adapun gol kedua terjadi pada menit ke-87 lewat penalti Griezmann. Atletico mendapatkan hadiah penalti setelah kapten tim Barca Andres Iniesta dipaksa menahan bola dengan tangan kiri di dalam area kotak terlarang saat menahan laju serangan balik Filipe Luis.
Hanya beberapa menit setelah skor 0-2, Iniesta sebenarnya berpeluang membayar kesalahan. Tendangan kerasnya ditahan dengan tangan oleh kapten tim Atletico Gabi Fernandez. Kaki Gabi ada di luar kotak pentli, tapi tangannya ada di dalam kotak terlarang.
Wasit Rizzoli secara kontroversial memutuskan hanya tendangan bebas di luar kotak penalti tanpa menggubris protes para pemain Barca. Barca pun kehilangan kesempatan emas untuk mencetak satu gol yang jika itu terjadi, maka skor 1-2 dan pertandingan harus diteruskan ke perpanjangan waktu karena skor agregat 3-3.
Bagaimana pun, Atletico layak mendapatkan satu tempat di semifinal. Pertahanan ketat yang digalang Gabi, Diego Godin, dan Filipe Luis membuktikan pantas diandalkan untuk memberi kemenangan.
Sejarah pun terulang. Di pentas yang sama dua musim lalu, Atletico Madrid pula yang menghentikan kiprah Barca di perempat final.
Ketika itu Atletico kemudian melaju ke final dan di laga puncak kalah 1-4 dari Real Madrid dalam pertandingan dramatis karena Atletico unggul 1-0 hingga injury time tapi kemudian disamakan jadi 1-1 lewat Sergio Ramos.
Pada perpanjangan waktu lahirlah tiga gol Real Madrid untuk mengakhiri pertandingan 4-1 dan itu gelar ke-10 Real Madrid di sepanjang sejarah Liga Champions sejak digelar pertama kali pada 1956 dengan nama Piala Eropa.

Saturday, 2 April 2016

siapa penemu angka 1 - 9

INTERMEZO

Dunia kini tengah berkembang begitu pesat. Dewasa ini orang-orang di belahan dunia sudah mengenal teknologi yang sangat maju, sampai-sampai mungkin kita sudah lupa bahwa siapa-siapa saja yang menjadi penemu dan perintis teknologi-teknologi tersebut.

Di antara teknologi tersebut salah satunya adalah penemuan prosesor. Prosesor dalam “menginstruksikan” semua pekerjaan hanya mengenal dua angka saja, yakni 0 dan 1. Ya, dua angka itu saja, kita biasa menyebutnya bilangan biner (bahasa mesin). 0 diartikan sebagai tak adanya aliran listrik, sedangkan 1 diartikan sebagai adanya aliran listrik.

image

Namun, dari uraian singkat di atas, saya tidak akan menjelaskan prosesor lebih lanjut lagi. Dan sebenarnya, ada hal yang lebih penting lagi dari itu, yakni, siapa penemu angka 0 dan angka 1? atau lebih lengkapnya siapa penemu angka 0-9? yang bukan hanya digunakan oleh prosesor saja, tetapi manusia gunakan juga dalam sehari-hari!

Oke, mari Saya ajak Anda menelusurinya bersama.

MARI MENELAAH !!!

A. SEJARAH PENEMUAN ANGKA 0 SAMPAI 9

Dahulu kala sebelum angka berbentuk seperti yang sekarang ini, Orang-orang India telah mengenal angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9. Kemudian pada masa-masa berikutnya, orang India mengajarkannya kepada orang-orang Persia yang ada di India, dan setelahnya orang-orang Persia membawa ilmu tersebut ke tanah airnya, kemudian mereka mengajarkannya kepada orang-orang Arab. Setelah orang-orang arab mengenal angka-angka tersebut, pada masa-masa selanjutnya angka-angka tersebut kemudian dikembangkan oleh Kebudayaan Islam di Baghdad sehingga angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 lebih dikenal sebagai angka hindu-arab dan terkadang hanya disebut sebagai angka arab. Lalu, siapa penemu angka 0?, karena sesungguhnya hanya tersisa angka itu saja yang belum ada di dunia ini pada saat itu.

image
Ya, dia adalah Al-Khawarizmi, salah satu intelektual muslim yang mahir dan terkemuka, menyumbangkan karyanya di bidang matematika, geometri, musik dan sejarah. Bukan hanya itu saja, Ia juga merupakan ilmuwan astronomi sekaligus ilmu bumi. Jasa beliau sangat besar dalam mendirikan fondasi matematika modern yang kita lihat dewasa ini, dan termasuk pengembang ilmu geometri dengan angka-angka untuk persamaan kuadrat. Dia, Al-Khawarizmi, penemu angka “penting” di dunia ini.

B. PERKEMBANGAN BENTUK ANGKA

bentuk angka dulu tentu saja berbeda dengan bentuk angka yang sekarang ini. Jika kita berbicara angka romawi yang menggunakan huruf, yaitu I II III IV V… dst, kita tidak akan menemukan angka 0 di dalamnya. Oleh karena itu, kita akan langsung saja membahas menurut angka arab - pengembangan ilmuwan muslim - modifikasi terkini.

Angka arab yaitu angka 0-9. Dan ternyata, angka-angka zaman sekarang ini merupakan modifikasi dari angka arab yang didasarkan atas perhitungan sudut, lihatlah gambar di bawah ini.

image

Angka 0 misalnya, tidak mempunyai sudut, angka 1  mempunyai satu sudut, angka 2 mempunyai 2 sudut, dan seterusnya. Dan sekitar pada abad ke 9 masehi, angka-angka itu mulai diperkenalkan ke dunia Eropa oleh Ilmuwan muslim, melalui afrika utara dan wilayah-wilayah lainnya. Dan tentu saja, digunakan hingga sekarang !!! walaupun bentuknya sedikit dimodifikasi dari aslinya.

PENUTUP

Angka-angka tersebut sungguh bagaikan hal yang “wajib” dalam pelajaran matematika. Bagaimana tidak, matematika pasti melibatkan angka-angka di dalamnya. Dan Alhamdulillah, di zaman kita sekarang perhitungan sudah tidak dipusingkan lagi karena jasa-jasa para Ilmuwan-ilmuwan terdahulu, Subhanallah. Tentu semua ini berkat rahmat, karunia, serta petunjuk dari-Nya untuk seluruh Umat Manusia, Alhamdulillah.