8 Lagu Terbaik Selama Saya Hidup dan Cara Menikmatinya
| Labels: Balutak, Commentary Writing
List ini dibuat berdasarkan apa yang saya suka dan saya dengar. Jadi, ini adalah 8 lagu terfavorit saya. Ini saya berikan reviewnya dengan seenak hati dan bagaimana cara menikmatinya. Lagunya bisa di download dengan nyari dulu di google, masih banyak situs tempat mengunduh lagu gratis secara ilegal :)1. Saturday Night - Travis Barker feat. Transplants & Slash
Album: Give the Drummer Some
Cara menikmatinya: Pastikan sudah ada bir dingin. Kaos oblong dan jeans sudah cukup untuk bersantai di depan rumah yang banyak orang lalu lalang. Didengarkan malam hari, lebih mantap
2. All the Small Things - Blink 182
Album: Enema of the State
Tak bisa dipungkiri. Ini lagu yang menjadi cinta pertama untuk bisa masuk ke ranah musik bawahtanah. Terdengar semenjak kelas 4 sd, cempreng khas Tom yang belum terkontaminasi elektrik AVA mengalun mengiringi hidup ngehe tiga pemuda bebal yang dideklarasikan sebagai poppunk paling populer 90an
Cara menikmatinya: Dengarkan pagi-pagi baru saja bangun tidur dengan mata masih belekan. Cola murah dan biskuit togo, sudah cukup dijadikan sarapan sebelum buru-buru pergi kuliah karena terlambat
3. Tiga Titik Hitam - Burgerkill feat. Fadly & Karinding Attack
Album untuk lagu Tiga Titik Hitam: Berkarat
Bukan jaman legenda almarhum Ivan Scumbag. Hanya lagu di acara MTV yang mempertemukan Burgerkill dengan Karinding Attack. Tidak banyak scream ala metal, hanya satu teriakan penuh bulat saja ketika Vicki selesai bernyanyi.
Cara menikmatinya: Headset dan resapi saja alunan suara emas Fadly yang diiringi suara pawng-powng khas karinding.
4. Semiotika Rajatega - Homicide
Album: The Nekrophone Dayz
Sampai saat ini ketika pengetahuan musikku belum dalam. Siapa yang berani nge-diss bang Ucok selain Thufail AL-Ghifari? Lirik kuat rap berisi rasa intelek banyak baca bantai hiphop chauvinis bawahtanah semacam Daboe dan 8ball.
Cara menimkmatinya: Hafalkan liriknya. Berdiri lantang dengan memegang apapun yang bisa dianggap microphone. Bacotkan liriknya sampai air liur muncrat indah.
5. Stan - Eminem feat. Dido
.Album: The Marshall Mathers LP
The mothafucka E bertutur unik dalam untaian cerita fan yang ingin bertemu Slim Shady. Satu lagu dua karakter, Damn! Dido menambah nuansan feminim dengan penggalan lirik Thank You. Belum lagi suara rintik hujan dan goresan pena.
Cara menikmatinya: Duduk santai di ruang tamu dengan beberapa cemilan biskuit roma kelapa yang dicelupkan pada teh yang mulai dingin. Lihat dan resapi poto kekasih yang kemarin baru saja putus
6. Tong Gandeng - The Panas Dalam
Album: Only Ninja Can Stop Me Now
Komedi garang binaan Kang Haji Pidi Baiq. Distorsi gitar yang kuat hingga tidak terlalu sadar bahwa tidak ada ketukan drum di dalamnya. Lantang bagai proklamasi demo mahasiswa menuntut keadilan masalah parkir berbayar. Semua membalut lirik berbahasa sunda lugu sekenanya
Cara menikmatinya: Koor bersama kawan. Nyanyikan dengan lantang sampai tetangga keluar rumah.
7. Senandung Maaf - White Shoes & The Couples Company
Album: Original Soundtrack Janji Joni
70's indonesian movies soundtrack. Dengan suara si vokalis yang berkesan jadul abis, ketukan snare irama jazz dan karena ada hal pribadi yang menjadikan lagu ini menjadi sangat spesial di telinga ku. Menggeser Wnidu Defrina dari lsit ini.
70's indonesian movies soundtrack. Dengan suara si vokalis yang berkesan jadul abis, ketukan snare irama jazz dan karena ada hal pribadi yang menjadikan lagu ini menjadi sangat spesial di telinga ku. Menggeser Wnidu Defrina dari lsit ini.
Cara menikmatinya: Secangkir teh hangat. Sedikit berbaring selonjoran kaki. Jangan ada asap rokok, itu cukup menggangu!
8. To Have and To Have Not - Lars Frederiksen and The Bastards
Album: Lars Frederiksen & The Bastards
Album: Lars Frederiksen & The Bastards
Ketika bersama Rancid, bolehlah Lars bisa dikatakan tertutup kharisma Tim. Bersama The Bastards, si pengusung rambut mohawk yang demen gonta-ganti warna ini menjadi frontman yang memimpin pasukan bernanyi lagu Billy Bragg. Lebih garang dibanding Rancid yang slow ikut gaya nyanyi Armstrong. Marah-marah di lagu ini asik emosi hebat drop out dari sekolah. Hey, we are punkrockstars!
Cara menikmatinya: Lihat hasil studi mata kuliah yang bernilai D dan E. Ambil gitar dan mainkan lagunya. Lebih keren jika membawakannya di pensi-pensi sekolah di depan murid yang terancam DO.








No comments:
Post a Comment